Sejak Februari 2025, Program Tebar Quran Braille dihadirkan untuk menjawab kebutuhan para santri difabel netra yang memiliki semangat besar dalam mempelajari Al-Qur’an, namun terbatas oleh akses dan kondisi ekonomi. Melalui implementasi Yayasan Griya Quran Difable, sebanyak 250 box Al-Qur’an Braille 30 juz serta 50 dus paket sembako disalurkan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat.

Program ini menjangkau santri difabel netra di berbagai wilayah, mulai dari Malang, Batu, Pasuruan, Lamongan, hingga Probolinggo, serta pengiriman ke sejumlah daerah lain seperti Aceh, Yogyakarta, Solo, Lahat (Sumatera Selatan), dan Madiun. Mereka adalah para pejuang cahaya—tuna netra yang tetap teguh belajar dan menghafal Al-Qur’an di tengah keterbatasan.

Penyaluran dilakukan secara bertahap hingga stok Al-Qur’an Braille habis, dengan proses yang berjalan lancar, termasuk distribusi melalui jasa ekspedisi. Dari pelaksanaan ini, kami belajar bahwa setiap penerima manfaat memiliki kebutuhan yang berbeda—bukan hanya Al-Qur’an Braille, tetapi juga dukungan kehidupan. Seperti Anggita, santri netra berusia 13 tahun yang telah menghafal 5 juz, yang turut dibantu beasiswa sekolah karena tertunggak biaya pendidikan. Ada pula bantuan perbaikan rumah bagi guru ngaji tuna netra, dukungan gadget untuk santri, hingga paket sembako untuk keberlangsungan hidup mereka.

Program ini menjadi pengingat bahwa kebaikan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memahami dan membersamai. Ketika akses Al-Qur’an dibuka, iman tumbuh. Ketika kepedulian dijaga, harapan terus menyala.