Aceh memiliki sejarah panjang tentang keteguhan, kebersamaan, dan semangat untuk bangkit dari setiap ujian. Memasuki Ramadan 1447 H, semangat itu kembali dikuatkan dalam sebuah momentum kebersamaan yang penuh makna.

Alhamdulillah, pada Senin (16/2/2026), telah terlaksana kegiatan silaturahmi dan kolaborasi kebaikan di Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Aceh Timur serta KH. Bachtiar Nasir, Lc., M.M., bersama berbagai elemen masyarakat yang memiliki visi yang sama: menghadirkan perubahan nyata bagi Aceh.

Ramadan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah bulan kebangkitan. Bulan di mana kepedulian tumbuh, ukhuwah diperkuat, dan langkah-langkah besar untuk perbaikan umat mulai digerakkan. Dalam suasana penuh kebersamaan tersebut, terbangun komitmen bersama untuk Pulihkan Aceh — bukan hanya dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga dari sisi semangat, kemandirian, dan harapan masa depan.

Sebagai bagian dari gerakan kebaikan ini, Rumah Wakaf turut berkontribusi melalui penguatan program wakaf produktif dan pemberdayaan umat. Wakaf bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun sistem keberlanjutan — menghadirkan manfaat jangka panjang yang terus mengalir untuk masyarakat.

Melalui wakaf produktif, kita tidak hanya membantu hari ini, tetapi menanam solusi untuk esok hari. Kita tidak sekadar merespons kebutuhan sesaat, melainkan membangun fondasi kemandirian ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.

Kebangkitan Aceh bukanlah tanggung jawab satu pihak. Ia adalah panggilan bersama. Kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, lembaga sosial, dan seluruh elemen umat menjadi kunci utama dalam menghadirkan perubahan yang nyata dan berdampak luas.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dan mengambil peran dalam momentum kebaikan ini. Semoga langkah kecil yang dimulai hari ini menjadi bagian dari gerakan besar untuk Aceh yang lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih sejahtera.

Bersama, kita bangkit. Bersama, kita kuat.
Seumangat Geutanyoe Peubeudeh Nanggroe.