kembali menghadirkan aksi kolaborasi kemanusiaan lintas negara melalui program Iftar Seribu Anak Yatim Bersama Gaza yang digelar serentak pada Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini menyatukan enam negara — Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, serta Palestina — sebagai wujud solidaritas dan cinta untuk anak-anak yatim, khususnya di Gaza.

Di tanah air, momen berbuka penuh haru ini dipusatkan di tiga kota besar: Bandung, Surabaya, dan Medan. Di Bandung, sebanyak 200 anak yatim hadir mengikuti iftar bersama, sementara santunan disalurkan kepada total 1.000 anak yatim di seluruh Nusantara.
Manager Partnership Rumah Wakaf Indonesia, Asad Askaruddin, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga membangun jembatan empati antarbangsa. Momentum ini menjadi penguat dukungan moral bagi anak-anak di Gaza agar mereka merasakan bahwa dunia tidak menutup mata atas perjuangan mereka.

Program kolaboratif ini digagas bersama lima negara ASEAN, dengan Indonesia turut menjadi inisiator bersama Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Filipina. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan para santri yatim penghafal Al-Qur’an dan disiarkan secara langsung sehingga anak-anak di berbagai negara, termasuk Gaza, dapat terhubung dalam suasana doa dan kebersamaan.
Khusus di Bandung, kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Huda, Perumahan Tanjung Asri Residence, Antapani Wetan. Perwakilan DKM dari Majelis Taklim Raudathul Jannah, Ane Widianti, mengungkapkan rasa syukur karena masjidnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang menghadirkan ratusan anak yatim tersebut. Ia menyebut kehadiran mereka sebagai tamu-tamu istimewa yang membawa keberkahan.

Dukungan juga datang dari berbagai lembaga mitra seperti Amal Produktif Indonesia dan Yayasan Demam Ngaji Indonesia. Para perwakilannya berharap program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak yatim di masa mendatang.

Melalui gerakan ini, Rumah Wakaf Indonesia ingin menegaskan bahwa Ramadan adalah tentang menyatukan hati. Bukan hanya berbagi makanan, tetapi juga menyemai harapan, menguatkan doa, dan menghadirkan rasa kebersamaan bagi anak-anak yatim — terutama mereka yang berada di Gaza, yang sangat membutuhkan perhatian dan dukungan dunia.

