Lombok Timur – Ancaman fenomena iklim ekstrim El Niño 2026 yang diprediksi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah modern mulai menimbulkan kekhawatiran di berbagai wilayah Indonesia. Merespons potensi krisis air yang semakin meningkat, Rumah Wakaf menyalurkan sebanyak 25.000 liter air bersih bagi sekitar 2.000 jiwa di Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 21–23 Juni 2026.

Distribusi air bersih dilakukan selama tiga hari dengan menyasar sejumlah titik yang mengalami kesulitan akses air, di antaranya Kampung Kaliantan, Kampung Penyonggok, serta beberapa kampung lainnya di wilayah Desa Seriwe.

Penyaluran bantuan ini menjadi langkah nyata Rumah Wakaf dalam merespons ancaman fenomena El Niño 2026 yang oleh sejumlah ilmuwan dan media internasional dijuluki sebagai “Godzilla El Niño”. Berdasarkan proyeksi berbagai lembaga iklim dunia, peluang terjadinya El Niño pada tahun 2026 mencapai lebih dari 80 persen dan diperkirakan akan terus menguat hingga akhir tahun.

Bahkan, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memperkirakan fenomena tersebut memiliki peluang sekitar 63 persen untuk berkembang menjadi very strong El Niño atau El Niño sangat kuat, yang berpotensi menyamai peristiwa besar pada tahun 1997–1998 dan 2015–2016. Kondisi ini diperkirakan dapat menyebabkan musim kemarau lebih panjang, menurunnya curah hujan, hingga meningkatkan risiko kekeringan di berbagai daerah.

Bagi masyarakat Desa Serewe, ancaman kekeringan bukanlah hal baru. Secara geografis, wilayah ini memang memiliki keterbatasan sumber air bersih alami. Air tanah yang tersedia di sekitar pemukiman warga memiliki kadar garam yang tinggi sehingga bersifat asin dan tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dikonsumsi sebagai air minum.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat setempat sangat bergantung pada pasokan air dari luar wilayah, terutama ketika memasuki musim kemarau. Ketika pasokan air berkurang, aktivitas sehari-hari warga, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi, turut terdampak.

Melalui program distribusi air bersih ini, Rumah Wakaf berupaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka sekaligus menjaga kesehatan dan kualitas hidup di tengah ancaman krisis air yang semakin nyata akibat perubahan iklim.

“Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dapat diakses oleh setiap masyarakat. Melalui program ini, Rumah Wakaf ingin memastikan warga tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño,” ungkap tim Rumah Wakaf di lokasi penyaluran.

Rumah Wakaf juga mengajak para donatur dan masyarakat luas untuk terus berkolaborasi menghadirkan solusi berkelanjutan bagi wilayah-wilayah yang rentan mengalami kekeringan. Di tengah ancaman “Godzilla El Niño”, semangat gotong royong dan kepedulian menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan krisis air yang semakin nyata.

Mari terus hadirkan manfaat dan harapan bagi saudara-saudara kita di berbagai pelosok negeri melalui program air bersih dan wakaf produktif bersama Rumah Wakaf.