Jakarta, 9 September 2026 — Indonesia Endowment Ecosystem (IEE) resmi diperkenalkan melalui Indonesia Endowment Ecosystem Summit 2026 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (9/9). Kegiatan ini mempertemukan praktisi, pimpinan lembaga sosial, akademisi, pelaku bisnis, serta pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan dana abadi berbasis wakaf.

IEES hadir sebagai infrastruktur kolaborasi yang menghubungkan filantropi, investasi, organisasi sosial, komunitas, dan regulator dalam satu ekosistem. Melalui pendekatan endowment, kontribusi sosial diarahkan untuk dikelola secara produktif sehingga hasilnya dapat menjadi sumber manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Acara yang diinisiasi melalui kolaborasi Rumah Wakaf, SharingHappiness dan Rumah Zakat ini turut menghadirkan Prof. Dr. H. Waryono, S.Ag., M.Ag., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, serta sejumlah praktisi dan akademisi dari berbagai bidang. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan regulator, investor, korporasi, filantropis, NGO, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem dampak sosial yang lebih berkelanjutan.

Peluncuran IEE juga ditandai dengan apresiasi kepada empat mahasiswa penerima beasiswa, terdiri dari tiga mahasiswa ITB dan satu mahasiswa UI. Beasiswa bagi mahasiswa ITB diberikan melalui Rumah Wakaf, sementara mahasiswa UI mendapatkan dukungan dari Rumah Zakat. Kehadiran para penerima beasiswa menjadi salah satu gambaran bagaimana pengelolaan dana sosial dapat diarahkan untuk menciptakan manfaat nyata di bidang pendidikan.

Ke depan, IEE diarahkan untuk berkembang melalui kolaborasi lintas sektor dengan fokus pada empat bidang dampak, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan. Ekosistem ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan dana abadi berskala nasional yang dikelola secara profesional dan memberikan manfaat lintas generasi.


