Manggarai Timur NTT, 14 September 2026 — Rumah Wakaf Indonesia terus menghadirkan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Hingga 14 September 2026, bantuan tanggap bencana telah menjangkau lebih dari 4.000 jiwa di Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, meliputi Desa Compang Soba, Desa Sisir, Desa Rana Kulan, dan Desa Compang Teo. Bantuan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana. Dukungan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan keluarga terdampak, mulai dari pemenuhan pangan hingga perlengkapan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Pada sektor pangan, Rumah Wakaf menyalurkan berbagai kebutuhan pokok dan makanan siap konsumsi, dengan total 1.150 kilogram beras serta sejumlah bahan pangan lainnya seperti minyak goreng, telur, tepung, gula, garam, mi, biskuit, susu, kopi, teh, dan air minum. Bantuan pangan ini menjadi salah satu dukungan utama untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga di tengah kondisi pascabencana. Perhatian juga diberikan kepada bayi dan anak-anak melalui penyaluran perlengkapan khusus seperti selimut, topi, jaket, perlengkapan mandi, minyak telon, hingga popok. Dukungan tersebut dihadirkan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan anak selama berada dalam kondisi yang serba terbatas akibat bencana.

Sementara itu, kebutuhan kesehatan, sanitasi, dan kebersihan dipenuhi melalui distribusi sabun mandi, deterjen, sabun cuci piring, perlengkapan kebersihan diri, pasta dan sikat gigi, sampo, pembalut, deodoran, serta kebutuhan hygiene lainnya. Bantuan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat selama masa pemulihan. Untuk mendukung kebutuhan hunian dan aktivitas harian, Rumah Wakaf turut menyalurkan kasur, selimut, tikar, terpal, box penyimpanan, serta air minum. Dukungan untuk kebutuhan ibadah juga diberikan melalui penyaluran mukena dan sarung, serta penyediaan satu unit masjid darurat agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas ibadah di tengah kondisi pascabencana.

Respons ini juga dilengkapi dengan layanan dukungan psikososial, sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat yang tidak hanya membutuhkan bantuan secara material, tetapi juga pendampingan dalam menghadapi situasi pascabencana. Rangkaian bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Rumah Wakaf Indonesia untuk hadir bersama masyarakat terdampak di NTT. Setiap bantuan diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan sekaligus mendukung masyarakat agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap.

Bagi Rumah Wakaf, respons kebencanaan bukan hanya tentang menyalurkan bantuan, tetapi tentang memastikan kepedulian dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan dan menjadi bagian dari proses pemulihan.Dari kepedulian, menjadi aksi. Dari aksi, menghadirkan harapan bagi masyarakat terdampak bencana.